oleh Akmaludin Sya`bani, S.HI
Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. (At-Taubah:122)
Di era modern yang serba teknologi ini banyak orang terutama para teknokrat atau pemikir kita berkata bahwa zaman atau dunia ini telah berada dipuncak kemajuan dan perkembangannya, segala bentuk kemajuan di seluruh dimensi kehidupan dan terutama dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi telah habis ditemukan, sehingga di era ini segala bentuk akses kehidupan dengan mudahnya kita dapatkan. Berkembangnya alat-alat transfortasi, komunikasi dan informasi menjadi bukti kongkrit dan nyata atas kemajuan zaman saat ini.
Namun ditengah kemajuan tersebut tidak bisa dinafikan atau kita pungkuri juga menyebabkan ummat manusia mengalami kemunduran yang ditandai dengan kemerosotan akhlak dan dekandensi moral serta nilai-nilai kemanusian yang menyebabkan manusia itu sendiri tidak ubahnya bahkan lebih hina dari pada binatang. Mereka mempunyai hati dan pikiran namun tidak digunakan untuk memikirkan kekuasaan dan kebesaran Tuhannya, Mereka mempunyai telinga namun tidak untuk mendengarkan kebaikan-kebaikan, mereka memiliki mata namun tidak untuk melihat kebaikan-kebaikan dan mereka memiliki mulut, tangan, dan kaki namun juga tidak digunakan untuk hal yang baik-baik, sehingga tidak salah jikalau al-Qur’an memberikan perumpamaan kepada mereka dan kita semua yang tidak bisa menjaga amanah yang diberikan Tuhan kepada kita dengan perumpamaan di atas (Lebih sesat dan hina dari Binatang).
Oleh sebab itu di zaman ini tak heran jikalau kehidupan hedonis dan matrealistis yang penuh dengan kegelamoran, dan hura-hura menjadi pilihan manusia yang disebabkan oleh hilangnya nilai-nilai kemanusian, dan terkikisnya nilai-nilai keimanan dan keberagaman yang mengedepankan moralitas dan akhlak manusia itu sendiri, sehingga kejahatan-kejahatan yang tidak berpri kemanusian seperti saling membunuh, berperang dan kejahatan-kejahatan moral seperti pemerkosaan dan hubungan seksual serta banyaknya perempuan-perempuan hamil di luar nikah menjadi tontonan geratis dan makanan atau konsumsi sehari-hari kita yang mungkin sudah bosan kita dengar dan bicarakan.
Dengan demikian ditengah kemajuan zaman yang mengakibatkan terkikisnya moralitas dan akhlak manusia perlu adanya benteng yang kuat yang sanggup memberikan perlindungan dan menjaga pribadi-pribadi generasi umat manusia yang cerdas dan berkualitas namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai moralitas yang ada. Sehingga nantinya kemajuan zaman pada saat ini tidak banyak mengakibatkan kerusakan yang mengakibatkan manusia menjadi Asfala Safilin (serendah-rendah ciptaan) namun tetap dalam predikat Ahsanu Takwim (sebaik-baik ciptaan). Disamping keluarga atau orang tua yang bertanggung jawab penuh atas pembentukan pribadi dan karakter umat manusia karena keluargalah ujung tombak segalanya (jika pola asuh, dan pendidikan yang baik diterapkan dan diberikan dalam suatu keluarga maka akan baik pula hasil atau keturunan yang akan diciptakannya begitupun sebaliknya), maka Pondok Pesantren sebagai salah satu Lembaga Pendidikan-lah yang mampu mengemban dan mewujudkan generasi yang cerdas, berkualitas dan bermoral.
Kenapa demikian??? benarkah Pondok Pesantren mampu mewujudkan itu semua??? Pertama, Pondok Pesantren saat ini bukanlah pondok pesantren murni tanpa adanya lembaga pendidikan formal di dalamnya, namun saat ini pondok pesantren sudah dikembangkan dengan pendirian-pendirian madrasah bahkan perguruan tinggi, sehingga apa yang didapatkan dalam lembaga pendidikan umum juga didapatkan di dalam pondok pesantren. Kedua,di Pondok Pesantran tidak hanya otak yang diisi, namun terisinya hati dengan nilai-nilai keagamaan dan moralitas menjadi prioritas, sehingga otak atau kecerdasan tetap terbentuk namun pembentukan hati tetap di utamakan, dengan kata lain pondok pesantren mampu membentuk IQ (Intlektual Question), dan EQ (Emosional Question) bahkan SQ (Spiritual Question) seseorang. Ketiga, Pondok Pesantren adalah lingkungan orang-orang soleh dimana para alim ulama’ terdapat di dalamnya dan siap mendidik, membimbing dan membina generasi menjadi generasi harapan ummat.
Mungkin selama ini orang tidak menyadari atau bahkan sama sekali tidak tahu menahu betapa pentingnya peranan dan fungsi Pondok Pesantren dalam membentuk pribadi-pribadi cerdas, berkualitas dan bermoral, sehingga walaupun banyak di antara orang tua yang mepercayakan anak-anaknya menimba ilmu pengetahuan di pondok-pondok yang ada namun belum sebanyak orang tua yang mempercayakan anaknya menggali dan menimba ilmu di lembaga-lembaga pendidikan umum dikarenakan ketidak sadaran dan fahaman orang tua tentang hakikat peranan dan fungsi Pondok Pesanteren tersebut.
Oleh sebab itu mulai saat ini mari kita sebagai ummat islam mampu membenahi dan menjaga diri dan anak keturunan kita dari kehidupan dunia yang fana ini yang tiada lain adalah senda gurau (Lahwun wa Laibun) yang nantinya bisa mengantarkan kita kepada kesengsaran akhirat yang tiada bandingnya, salah satunya dengan kita mulai menyadari betapa pentinggnya keberadaan Pondok Pesantren dalam mencetak generasi-generasi unggulan yang mampu membimbing ummat menuju jalan kebenaran sebagaiamana yang dikatakan Allah dalam Firmannya di atas.
.
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”
Wallahu A’lam Bissawab!!!
Pondok Pesantren Nurul Hakim adalah sebuah pesantren yang terletak di Lombok dengan alamat lengkap Jl. Taruna No. 5 Sedayu Kediri Lombok Barat Nusa Tenggara Barat kode pos 83362. Lembaga Pendidikan yang ada di Pondok Pesantren ini adalah PPKh KMMI, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, Ma’had Aly, Perguruan Tinggi. Dan Lembaga lain yang ada adalah Koperasi Pesantren, Panti Asuhan, Klinik Kesehatan dan Radio Dakwah.
Pondok Pesantren Nurul Hakim, berdiri tahun 1387 H. atau 1948 M, dibawah rintisan dan pimpinan TGH. Abdul Karim, terletak di daerah Lombok Barat Nusa Tenggara Barat Indonesia. Pondok Pesantren Nurul Hakim menempati areal seluas + 15.000 m2, di wilayah Desa Kediri, suatu kawasan di sebelah utara Ibukota Kabupaten Lombok Barat Gerung.
Dalam perkembangan selanjutnya, Pondok Pesantren Nurul Hakim dipimpin oleh TGH. Sofwan Hakim, putra dari TGH. Abdul Karim. Pada masa kepemimpinan beliau, Pondok Pesantren Nurul Hakim mengalami perkembangan yang cukup pesat. Lenbaga-lembaga pendidikan mendapat akreditasi status Disamakan dengan lembaga/sekolah Negeri Mentransformasikan budaya keislaman pesantren kedalam ummat dan masyarakat adalah visi dan misi utama Pondok Pesantren Nurul Hakim.
Transformasi itu dijalankan dengan tetap berpegang pada keyakinan bahwa agama merupakan satu-satunya wasilah untuk mendapatkan ridla Allah bagikebahagiaan dunia dan akhirat Secara strategis hal ini dicapai dengan menyiapkan generasi yang alim wa mutafaqqih fiddin dan masyarakat santri yang religius, berwawasan luas dan senantiasa menjadi rahmatan lil'alamin bagi lingkungannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar