SAlam

Go,,..!!!

Foto saya
IKAPPNH YOGYAKARTA merupakan wadah pemersatu Alumni PON-PES NURUL HAKIM KEDIRI LOBAR NTB yang berada di daerah istemewa yogyakarta untuk meneruskan dan menggapai visi dan misi mulia dalam rangka membentuk insan yang religius,beriman dan berintelektual tinggi.

Kamis, 02 Juni 2011

DUNIA PERTELEVISIAN BAGI PERKEMBANGAN ANAK

By: Retno Sirnopati*

Beberapa pekan ini kita disuguhkan oleh pemberitaan yang mengejutkan melalui media massa. Pemberitaan yang mengejutkan tentang dunia anak-anak, keterlibatan anak-anak dalam praktek kekerasan ala smack down merupakan tanggung jawab guru didik, lingkungan dan terutama kali bagi orang tua. Peran orang tua dalam mendidik anak sangat urgen karena lingkungan anak-anak masih dalam jangkauan dan pengawasan orang tua. Perkembangan kehidupan dunia anak dalam tarap pertumbuhan dan rasa ingin tahu tidak bisa dilepaskan dari pengawasan dan pengendalian orang tua. Keingintahuan seorang anak bukan berarti harus mengikuti semua keinginan anak dan indikasi bahwa anak tersebut dikategorikan nakal tetapi bagaimana lingkungan dan peran orang tua dalam mendidik anak tersebut.
Mengutip apa yang dikatakan oleh seorang psikolog anak bahwa tidak ada anak yang bandel tetapi orang tualah yang belum memahami bagaimana mengajak bicara, menyemangati, dan memberikan arah hidup bagi mereka. Oleh karena itu orang tua sebagai orang nomor satu bagi anak hendaklah memberikan semangat dan sentuhan kasih sayang dalam mewujudkan anak yang berkarakter.
Respon terhadap tayangan-tayangan baik bagi kalangan elite maupun masyarakat sipil lainnya selalu datang belakangan yaitu ketika mendatangkan keresahan dikalangan masyarakat. Banyak tayangan sebelum fenomena smack down telah direspon bahkan dilarang Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)s seperti tayangan reality show yang mengambil kisah-kisah realita kehidupan seseorang baik dari kalangan artis pemain sinetron sendiri maupun berhubungan dengan kehidupan pejabat pemerintah dan tokoh politik yang selingkuh. Tetapi dari tayangan itu semua “fatwa” KPI baru direspon positif ketika tayangan entertaiment smack down memberikan dampak yang negatif bahkan menelan korban nyawa terutama korban dari kalangan anak-anak.
Sesungguhnya tayangan-tayangan yang berdampak negatif kepada masyarakat telah banyak dibahas. Kalau beberapa bulan lalu ketika kita telah mendengar fatwa dari MUI tentang haramnya infortainment karena disamakan dengan tajassus (mencari kesalahan)/gosip, beberapa hari lalu kita mendengar langsung dari ketua PBNU tentang pemboikotan siinetron yang mempertontonkan aurat karena fenomena ini berdampak terhadap moral masyarakat modern yang materialis dan hedonis.
Adanya fatwa beruupa larangan dan pemboikotan terhadap tayangan-tayangan yang tidak mendidik artinya ada perhatian pemerintah melalui KPI dan organisasi kemasyarakatan kepada masyarakat yang wilayah pergaulannya semakin global tanpa batas dan sangat bebas. Melihat peran dan kontribusi KPI dan organisasi kemasyarakatan yang begitu urggen maka diharapkan peran tersebut semakin ditingkatkan dalam upaya penyelamatan generasi bangsa untuk kemajuan negara, karena majunya suatu bangsa ditentukan oleh generasi selanjutnya. Wallahu a’lamu bi al-Tsawab

* Penulis adalah Mahasiswa Fak. Ushuluddin dan Sekretaris buletin LDM Masjid UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta serta mantan ketua IKAPPNH Yogyakarta 2004-2005

Tidak ada komentar:

Posting Komentar